Pengrajin Gagang/Doran Cangkul dari Kayu di Desa Wates Kecamatan Wates Kabupaten Blitar

Salah satu ikon alat pertanian yang masih di gandrungi oleh sebagian besar masyarakat  kami adalah cangkul. Cangkul merupakan salah satu jenis alat yang sangat bermanfaat, baik untuk menggali tanah persawahan maupun tegal dan juga bisa digunakan untuk peralatan bangunan.

Penulisan artikel kali ini akan membahas tentang pengrajin gagang / doran cangkul dari kayu yang ada di wilayah desa Wates kecamatan Wates kabupaten Blitar.

Contoh hasil karya pengrajin gagang cangkul

Pengrajin gagang / doran cangkul dari kayu di mulai / berdiri pada tahun 1998, pada waktu itu jumlah pengrajin sudah lebih dari 15 pengrajin. Cara pengerjaannya adalah dengan cara perorangan ( 3-5 orang pekerja ) bukan dikerjakan secara kelompok. Dulu untuk bahan baku yang di gunakan yaitu jenis kayu jati, sono, akasia dan mahoni, dan sekarang karena harga kayu semakin mahal, para pengrajin akhirnya menggunakan bahan baku dari kayu campuran yang dirasa harga masih terjangkau oleh pengrajin antara lain kayu johar, waru, nangka dll.

 Ada 2 jenis ukuran yaitu doran pendek dan panjang

  1. Doran pendek dengan ukuran 80 cm
  2. Doran panjang dengan ukuran 100cm

Harga juga bervariasi

  1. Ukuran pendek per kodi Rp. 85.000,-  ( 1 kodi isi 20 batang / @ Rp 4250 )
  2. Ukuran panjang per kodi Rp 100.000,- ( 1 kodi isi 20 batang / @ Rp 5000 )

Cara pembuatan gagang / doran cangkul dari kayu

Yang perlu dipersiapkan adalah bahan dan alat  antara lain  : kayu, gergaji, ampelas, golok, pensil, pahatan kayu, alat ukur meteran, plitur.

  1. Pengukuran lubang

Agar gagang / doran tersebut ketika dipasang bisa pas dan kelihatan bagus dilakukan pengukuran terlebih dahuu. Dengan ukuran ini nantinya bisa dijadikan pedoman dalam pembuatan gagang / doran cangkul.

  • Pemotongan Kayu

Jika ukuran sudah tepat, langkah selanjutnya adalah melakukan pemotongan kayu dengan gergaji untuk memperoleh ukuran yang pas.

  • Pembentukan Pola

pada tahap ini merupakan tahapan yang penting, karena disinilah gagang / doran cangkul tersebut dibentuk. Pembentukan dapat menggunakan pahatan kayu maupun golok atau mesin yang sudah di modifikasi dengan alat yang lebih modern.

  • Pengamplasan

Ada 2 cara pengamplasan

  • Dengan cara manual yaitu dikerjakan oleh tangan manusia / pengrajin sampai doran di raba halus.
  • Dengan mesin pengamplas
  • Pemlituran

Plitur dioleskan pada gagang / doran cangkul yang benar-benar sudah halus dan siap di plitur.

Khusus untuk pekerjaan ini dibutuhkan pekerja yang sangat telaten dan sudah berpengalaman, supaya hasilnya bisa maksimal dan bagus, dan ini merupakan pekerjaan finishing dari beberapa tahapan pembuatan gagang / doran cangkul dari kayu.

Penulis:
Hadi Sugito, SP
(Penyuluh Kehutanan Ahli Muda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *